Search

Berburu Lontong Pecel dan Nasi Jagung di Pasar Kedungpring, Lamongan - Surya.co.id

SURYA.co.id - Sudah menjadi kebiasaan, berburu lontong pecel dan nasi jagung saat liburan di desa.

Itu juga yang ada di benak orang-orang yang berderet mengantre demi sebungkus lontong pecel atau nasi jagung (empok) di Pasar Kedungpring, Lamongan, Senin (23/12/2019).

Ada rasa berbeda yang tak bisa diungkap kata dari kedua makanan ini. Dari tampilannyan sih biasa, tetapi kata orang ngangeni. Kerinduan akan makanan khas di desa menambah sedap.

“Alhamdulillah… akhirnya keturutan juga makan lontong pecel ini,” kata Luki Handayani. Ia memasang foto saat bersama keluarganya menikmati lontong pecel dan nasi empok di media sosial.

Lontong pecel terdiri atas beberapa irisan lontong, daun ketela rebus, gimbal tempe, dan terakhir siraman bumbu pecel plus sayur lodeh.

Pedas, asin, asam yang pas dari sambal pecel plus sayur lodehnya membuat lidah tak mau berhenti. Aroma daun jati sebagai pembungkusnya menambah sedap makanan itu, khas sekali.

Hanya dengan Rp 5.000 per bungkus, orang sudah bisa menikmatinya dan dijamin kenyang. Terkadang masih ada juga pembeli yang memesan dengan harga Rp 4.000 per bungkus. Itu pun masih dilayani.

Lontong pecel ini banyak di jual di pasar desa Kedungpring. Pedagang menyebar di beberapa titik dalam pasar, meski ada juga beberapa pedagang yang berjualan di sepanjang jalan menuju ke pasar.

Kebanyakan penjual lontong pecel juga menjual empok. Harganya pun sama, Rp 5.000. Kalau diamati, empok berbeda dengan nasi jagung pada umumnya. Empok di sana berbahan dasar gilingan halus jagung kering, sedangkan nasi jagung kebanyakan gilingan jagungnya kasar.

Sebungkus empok berisi nasi jagung dengan sedikit campuran nasi putih punel, sambel klotok pedas, irisan tipis kotokan tempe, urap, gimbal, siraman sambel pecel, dan sayur lodeh. Bungkusnya pun menggunakan daun, yaitu daun jati atau pisang.

Pasar Kedungpring sudah buka mulai pukul 05.00 dan tutup sekitar pukul 12.00.

Biasanya pedagang lontong pecel dan nasi empok baru menggelar dagangannya pukul 05.30. Meski begitu, pembeli sudah antre menunggu, apalagi saat liburan tiba. Pelanggan bisa membeli 10-15 bungkus, bahkan lebih. Sekitar pukul 09.00 biasanya sudah habis.

"Anak-cucuku kumpul, pengen sarapan empok," ungkap Narti, salah satu pembeli.

Iin Tri Kusminarni
SMA Muhammadiyah 3 Surabaya
iin3k81@gmail.com

Let's block ads! (Why?)



"nasi" - Google Berita
February 17, 2020 at 01:38PM
https://ift.tt/38B7hOO

Berburu Lontong Pecel dan Nasi Jagung di Pasar Kedungpring, Lamongan - Surya.co.id
"nasi" - Google Berita
https://ift.tt/2IdrjUu

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Berburu Lontong Pecel dan Nasi Jagung di Pasar Kedungpring, Lamongan - Surya.co.id"

Post a Comment

Powered by Blogger.