Search

Ingin Diet? Begini Cara Kurangi Kalori Saat Masak Nasi - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai bahan pangan pokok. Bahkan, tak jarang seseorang akan terus merasa lapar ketika dirinya belum mengonsumsi nasi.

Padahal, mengonsumsi nasi sebenarnya kurang baik bagi kesehatan karena kandungan gula yang dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Nasi juga mengandung kalori dengan angka tinggi. Lantas, adakah cara memasak nasi yang bisa mengurangi tingkat kalorinya?

Dilansir dari Independent, peneliti dari College of Chemical Sciences di Sri Lanka, menunjukkan cara memasak nasi yang dapat mengurangi jumlah kalori yang terkandung.

Tak tanggung-tanggung, penelitian ini diklaim mampu mengurangi kadar kalori sampai batas 50 persen.

Baca juga: Makan Nasi Kadaluarsa Berusia 5 Hari Bisa Menyebabkan Kematian, Benarkah?

Caranya cukup mudah, hanya dengan menambahkan minyak kelapa saat memasak.

"Apa yang kami lakukan adalah memasak nasi seperti yang biasa Anda lakukan. Tetapi ketika air mendidih, sebelum menambahkan beras mentah, kami menambahkan minyak kelapa sekitar 3 persen dari berat beras yang akan Anda masak," kata Sudhair James di acara National Meeting & Exposition of the Americah Chemical Society (ACS).

Setelah itu, nasi dibiarkan dingin di lemari es selama kurang lebih 12 jam.

38 jenis beras

Beras mengandung tepung yang mudah dicerna dan sejenis karbohidrat khas yang disebut pati.

Kalori yang terkandung pada nasi sebagian besar datang dalam bentuk pati. Pati ini mempunyai peran utama dalam pengendalian berat badan.

Beberapa pati dapat dicerna tubuh dalam waktu relatif singkat, dengan mengubahnya menjadi glukosa dan glikogen.

Let's block ads! (Why?)



"nasi" - Google Berita
October 15, 2019 at 07:00AM
https://ift.tt/33ARfSl

Ingin Diet? Begini Cara Kurangi Kalori Saat Masak Nasi - KOMPAS.com
"nasi" - Google Berita
https://ift.tt/2IdrjUu

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Ingin Diet? Begini Cara Kurangi Kalori Saat Masak Nasi - KOMPAS.com"

Post a Comment

Powered by Blogger.